Minggu, 20 September 2020

PKK MATERI PRODUKSI MASSAL

 

PRODUKSI MASSAL

 

Pengertian Produksi Massal

Produksi adalah kegiatan menambah nilai guna suatu suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.

Sedangkan massal berarti mengikut sertakan atau melibatkan banyak orang.

Sehingga produksi massal adalah kegiatan memproduksi barang tertentu yang sudah ditentukan standar spesifikasinya dalam jumlah besar melalui serangkaian operasi yang sama dengan produk sebelumnya.

 

Ciri-ciri Produksi Massal

Ciri-ciri produksi massal antara lain sebagai berikut:

1.      Produk yang dihasilkan dalam jumlah besar

2.      Biaya perunit rendah

3.      Bertujuan menguasai pasar

4.      Dijual di pasar bebas

5.      Hampir tidak ada variasi produkf

6.      Harus ada stok untuk memenuhi kebutuhan saat massa tunggu

Bila terjadi kelebihan produk (over production) perusahaan akan memaksa pasar dengan melakukan promosi, discount, hadiah dll, agar produk cepat terserap.

 

Kelebihan dan Kekurangan Produksi Massal

Kelebihan:

1.      Hemat biaya

2.      Efisiensi waktu

3.      Tingkat keakuratan tinggi

4.      Tingkat produksi cepat

Kekurangannya :

1.      Kegiatan produksi sangat kaku

2.      Kurang beragamnya variasi produk

3.      Biaya mesin mahal

4.      Tidak ada jaminan produk akan laris di pasaran

Perencanaan Produksi

Perencanaan produksi dapat diartikan sebagai proses untuk memproduksi barang pada suatu periode sesuai yang telah dijadwalkan melalui pengelolaan sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, dan peralatan. Perencanaan produksi berguna untuk mengarahkan seluruh aktivitas rutin tenaga kerja.

Ruang Lingkup Perencanaan Produksi

Menurut Sukaria Simulingga (2013), perencanaan produksi meliputi kegiatan-kegiatan berikut:

1.      Mempersiapkan rencana produksi

2.      Membuat jadwal penyelesain produk

3.      Merencanakan produksi dan pengadaan bahan dari luar

4.      Menjadwalkan proses operasi tiap unit

5.      Menyampaikan jadwal pada pemesan

Tujuan dan Fungsi perencanaan Produksi

Tujuan:

1.      Meminimalkan biaya serta memaksimalkan keuntungan

Salah satu tujuan perencanaan produk massal. yaitu meminimalkan biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan.Dengan membuat perencanaan produk,maka akan dioptimalkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses produksi,seperti penyediaan bahan baku,tenaga kerja dan yang lainnya

2.      Memaksimalkan kepuasan pelanggan

Tingkat kepuasaan pelanggan terhadap produk merupakan tujuan dari perencanaan semakinbesar tingkat kepuasaan pelanggan terhadap produk,maka semakin mudah bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan, sebaliknya semakin pelanggan tidak puas terhadap produk, maka akan semakin sulit bagi perusahaan mendapatkan keuntungan dari produk tersebut.

3.      Meminimalkan perubahan nilai produksi

Perencanaan produksi yang tepat akan menimbulkan resiko kehilangan nilai produksi suatu produk,contohnya,perusahaan bahan baku di gudang harus di produksi sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan.

4.      Meminimalkan perubahan tenaga kerja

Perencanakan produksi yang baik juga akan menentukan berapa banyak tenaga kerja yang harus digunakan untuk menghasilkan suatu produk. Dengan perencanaan yang berkaitan dengan tenaga kerja tersebut,maka biaya tenaga kerjapun bisa diminamalkan.

5.      Memaksimalkan perlengkapan dan inventaris pabrik

Dengan perencanaan produk yang baik berarti penggunaan perlengkapan yang terdapat dalam pabrikpun di maksimalkan

Fungsi:

1.      Menjamin rencana produksi dan pemasaran produk

Perencanaan yang tepat mampu memudahkan perusahaan untuk menjamin rencana penjualan produk kepada konsumen sesuai dengan rencana yang tepat.

2.      Mengukur kapasitas produksi yang konsisten terhadap rencana produksi

Perencanaan produksi sangat tepat digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan mampu untuk memperproduksi barang serupa dari waktu ke waktu.

3.      Alat untuk memonitor hasilproduksi

Fungsi lainnya dari pembuatan perencanaan produksi, yaitu memudahkan perusahaan dalam memonitor hasil produksinya secara akurat.

Kamis, 17 September 2020

KORESPONDENSI X OTKP

A.    PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam berinteraksi dengan orang lain, tanpa komunikasi mustahil ada respon dari orang lain. Komunikasi membuat seseorang dapat mengembangkan keterampilan berbicara untuk dapat bersosialisasi dilingkungan tempat kerja, rumah, bahkan sampai di masyarakat. Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu communicare yang berarti memberitahukan. Beberapa pengertian komunikasi menurut beberapa ahli, antara lain sebagai berikut.

  1. Menurut Mc. Farland, komunikasi adalah proses interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antara manusia.
  2. Menurut Keith Davis dalam bukunya Human Relation at Work, komunikasi adalah proses jalur informasi dan pengertian dari seseorang dari seseorang ke orang lain.
  3. Menurut Dr. Phil Astrid Susanto dalam bukunya komunikasi dalam Teori dan Praktek, komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti.
  4. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih, sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi dapat pula berarti hubungan atau kontak.
  5. Dalam Ensiklopedia Administrasi, komunikasi adalah suatu proses penyampaian ide dari sumber berita ke suatu tempat tujuan.
  6. Dalam Kamus Administrasi Perkantoran, komunikasi adalah penyampaian warta yang mengandung bermacam-macam keterangan dari seseorang kepada orang lain.

Berdasarkan beberapa pengertian komunikasi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi adalah suatu proses kegiatan penyampaian warta/pesa/berita yang mengandung arti dari satu pihak ke pihak lain dalam usaha mendapatkan saling pengertian.

B.     UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

Berikut ini dijelaskan Unsur-Unsur Komunikasi:

1.      1.Comunicator (penyampai)

Comunicator adalah orang yang menyampaikan informasi/ide atau pesan. Komunikator dapat berupa perorangan maupun kelopok. Contohnya, Guru yang memberikan materi pelajaran dikelas.

2.      2.Communicate (pendengar)

Comunicate/komunikan merupakan orang yang menerima/mendengar pesan/ide dari comunikator/penyampai. Komunikan ini dapat berupa perorangan atau kelompok. Contoh, siswa yang mendengarkan guru menyampaikan materi.

3.      3. Message (pesan)

Unsur berikutnya  adalah pesan/ide atau informasi yang mengandung arti yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa kata-kata, gambar, suara, warna, tulisan, sandi, perasaan, dll. Contoh. Spanduk iklan, Rambu lalu lintas.

4.        4. Media

Media atau alat penyampai pesan yang berguna untuk menyampaikan pesan baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh, telepon, televisi, surat, internet, dll.

 

5.      5. Feedback (respon)

Unsur terakhir dalam komunikasi adalah tanggapan/respon dari pihak komunikan/pendengar terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator. Respon dari komunikan juga beragam diantaranya adalah.

·         Zero Feedback, yaitu pesan yang diterima oleh komunikan dari komunikator yang tidak dimengerti oleh komunikan. Biasanya terjadi jika pendengar tidak paham terhadap apa yang disampaikan penyaji.

·         Possitive Feedback, adalah respon mengerti dari komunikan kepada komunikator.

·         Neutral Feedback, adalah respon yang tidak memihak, artinya pendengar tidak mendukung maupun menentang.

·         Negative Feedback, merupakan kebalikan dari neutral feedbak, dimana pendengar memberikan respon yan gmnyudutkan penyaji/komunikator.

Selain lima unsur diatas ada pula beberapa pendapat yang mamasukkan satu unsur lain yakni barrier (hambatan), barrier adalah hambatan pada saat melakukan komunikasi.

C.    DEFINISI KOMUNIKASI KANTOR

Berkaitan dengan pengertian komunikasi kantor, The Liang Gie mengemukakan bahwa pada dasarnya komunikasi kantor mengandung arti yang sama dengan komunikasi administrasi.

Charles E. Redfield (dalam The Liang Gie, 1992:60) mengemukakan pengertian komunikasi kantor sebagai berikut: Administrative communication can best be regarded as a form of social or human communication informasi which there are these five elements: A communicator (a speaker, sender, issuer) who transmits (says, sends, issues) messages (orders, reports, suggestions) to communicate (addressee, respondent, audience) to influence the behavior of the communicate, as seen in his response (reply, reaction).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi kantor adalah proses penyampaian informasi, instruksi atau perintah mengenai pekerjaan atau tugas. Penyampaian itu bisa dari seorang atau karyawan lain dari satu unit kepada unit lain dalam sebuah kantor baik secara langsung tanpa menggunakan media atau secara tidak langsung dengan menggunakan media untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif.

 

D.    KORESPONDENSI

Korespondensi searti dengan surat-menyurat. Korespondensi adalah suatu kegiatan atau hubungan yang dilakukan secara terus-menerus antara dua pihak yang dilakukan dengan saling berkiriman surat. Korespondensi dalam suatu kantor, instansi, atau organisasi dibagi menjadi dua, yakni:

1.      Korespondensi Eksteren, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh kantor atau bagian-bagiannya dengan pihak luar.

2.      Korespondensi Interen, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh orang-orang dalam suatu kantor, termasuk hubungan antara kantor pusat dengan kantor cabang.

Koresponden adalah orang yang berhak atau mempunyai wewenang menandatangani surat, baik atas nama perorangan maupun kantor atau organisasi.

 

E.     ARTI DAN FUNGSI SURAT

Surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi secara tertulis dari pihak yang satu kepada pihak lain. Informasi dalam surat dapat berupa pemberitahuan, pernyataan, permintaan, laporan, pemikiran, sanggahan, dan sebagainya. Agar komunikasi melalui surat dinilai efektif, maka isi atau maksud surat harus terang dan jelas, serta tidak menimbulkan salah arti pada pihak penerima. Tujuan menulis surat secara garis besar diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu:

1.      Menyampaikan informasi kepada pembaca surat;

2.      Mendapatkan tanggapan dari pembaca surat tentang isi surat;

3.      Ingin mendapatkan tanggapan dan menyampaikan informasi kepada pembaca surat.

Rabu, 16 September 2020

TBSM X

 

A.     KESELAMATAN KERJA

Keselamatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan, kerusakan dan segala bentuk kerugian baik terhadap manusia, maupun yang berhubungan dengan peralatan, obyek kerja, bengkel tempat bekerja, dan lingkungan kerja, secara langsung dan tidak langsung. 

Keselamatan kerja dapat dinyatakan sebagai sesuatu yang menjamin keadaan, keutuhan, kesempurnaan, baik jasmani maupun rohani manusia, serta hasil karya dan budayanya tertuju pada keselamatan masyarakat pada umumnya  dan pekerja.

 

B.      Bahan Bakar dan Minyak Pelumas

Di dalam workshop Otomotif (BENGKEL) biasa terdapat bahan bakar dan minyak pelumas seperti bensin atau premium, solar dan adakalanya minyak tanah, oli dan gemuk. Bahan ini dipergunakan untuk percobaan menghidupkan mesin maupun sebagai bahan pencuci. Penyimpanan bahan bakar haruslah di tempat yang tertutup, dan jauh dari nyala api maupun cahaya yang keras. Bahan bakar mempunyai sifat yang mudah sekali menguap. Uap bensin mempunyai berat jenis yang lebih ringan dari udara. Karena itu bahan bakar yang menyebar di lantai harus segera dibersihkan. Bila dibiarkan, uap bensin dengan udara sangat mudah menyambar percikan api dan menimbulkan kebakaran dan ledakan.

Bila ada bahan bakar yang tumpah di lantai, janganlah mengerjakan penyambungan kabel, ataupun alat yang berarus listrik, karena pekerjaan demikian dapat menimbulkan bunga api. Namun, jika terjadi kebakaran terhadap bahan bakar jangan sekali-kali menyiramny dengan air, karena bahan bakar tersebut akan mengapung di atas air dan kebakaran akan menyebar. Pergunakanlah gas racun api (extinguisher) atau pasir dan karung goni yang basah untuk memadamkan api.

 

C.      KARBON MONOKSIDA

Gas sisa pembakaran yang keluar dari knalpot (silencer) mengandung karbon monoksida (CO). Pembakaran yang sempurna  menyisakan gas karbon monoksida yang tidak berwarna, namun tetap berbahaya. Bila pembakaran tidak sempurna, maka asap hitam akan mengepul. Bila ini terjadi maka dianjurkan untuk mematikan mesin segera, karena mesti ada sesuatu yang tidak benar terutama dalam penyetelan pembakaran. Gas buang melalui knalpot dapat dijadikan indikasi kondisi mesin sebagai ukuran apakah pembakaran sempurna atau kurang sempurna. Gas ini adalah racun, masuk ke dalam paru-paru melalui pernafasan yang dapat mematikan manusia. Karena itu jika ada motor yang dihidupkan maka pintu-pintu harus dibuka semua. Sebuah workshop Otomotif harus mempunyai ventilasi yang baik. Tempatkanlah mesin-mesin percobaan pada ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang cukup. Dianjurkan untuk tidak menghidupkan mesin percobaan terlalu lama. Bila harus melakukan pemanasan mesin, lakukanlah di luar  ruangan.

 

D.     PENGANGKAT SEPEDA MOTOR ( BIKE LIFT)

Bengkel sepeda motor yang standar dilengkapi dengan peralatan khusus pengangkatan sepeda motor. Gunanya adalah untuk kenyamanan dan kesehatan para pekerja. Hampir semua pekerjaan pada sepeda motor berada pada posisi rendah, kecuali pekerjaan pada bagian stang yang terdiri dari lampu, speedometer, lampu-lampu dan kunci kontak (Ignition Key). Dengan menggunakan alat angkat bike lift pekerja tidak perlu jongkok dalam bekerja. Pekerjaan yang membutuhkan waktu yang lama, seperti pembongkaran mesin atau transmisi, pekerja akan cepat lelah dan mengalami kesulitan menjangkau obyek kerja. Oleh karena itu, sepeda motor ditempatkan di atas bike lift dan dikunci aga tidak jatuh. Kemudian bike lift dinaikkan sehingga ketinggian obyek kerja sesuai dengan kebutuhan pekerja.

 

 

E.      PETUNJUK KHUSUS BAGI PEKERJA SEPEDA MOTOR

Beberapa peringatan yang sangat penting untuk diperhatikan bagi pekerja profesional sepeda motor adalah:

1.      Berpikirlah dulu sebelum melakukan sesuatu pekerjaan.

Adakalanya dengan sedikit saja berpikir sebelum bekerja, suatu bahaya dapat terhindar.

2.      Pada waktu bekerja, pikiran harus konsentrasi terhadap apa yang sedang dikerjakan. Jika pikiran sedang terganggu oleh hal-hal yang memang tidak dapat dilupakan janganlah berkerja. Lebih baik laporkan secara terus terang kepada pengawas atau instruktur.

3.      Di dalam workshop tidak diizinkan untuk berkelakar atau bermain-main.  Kelakar atau lelucon tentu saja akan menimbulkan tertawa dan sangat menyenangkan , tapi kelakar di dalam workshop mudah sekali berakhir dengan suatu malapetaka, yang bahkan seseorang akan mendapat cacat seumur hidup.

4.      Yakinlah bahwa anda betul-betul mengerti mempergunakan alatalat  yang akan dipakat terutama alat yang dapat menimbulkan kecelakaan seperti alat angkat, alat pengukur (tester) termasuk juga las listrik dan las karbid. Kalau masih ragu-ragu pelajarilah kembali.

5.      Alat-alat dan benda kerja hendaknya selalu dalam keadaan bersih dari serbuk besi, debu ataupun minyak-minyak.

6.      Pada waktu bekerja dengan sistem bahan bakar dan alat-alat listrik, putuskan kontak dengan battery.

7.      Pelajarilah cara mempergunakan alat pemadam kebakara (extinguisher) dan pastikan di mana tempat menyimpannya. Jika terjadi kebakaran harus tahu kepada siapa dan di mana harus melaporkan. Termasuk juga jika ada bahaya-bahaya lainnya.

8.      Pelajaran tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK)hendaknya dipelajari secara teori dan praktek.

9.      Pekerja bengkel sepeda motor melanggar undang-undang, bila melepas, mengganti dengan komponen yang bukan ditentukan pabrik pembuatnya, atau tidak dapat bekerjanya setiap peralatan untuk tujuan pengaturan kebisingan, seperti melepas atau melubangi knalpot, melepas saringan peredam suara sehingga terjadi kebisingan dan polusi udara yang akan berakibat membahayakan kesehatan masyarakat.

10.  Pekerja seharusnya memanfaatkan buku spesifikasi teknis kendaraan dalam melakukan penyetelan jarak, waktu (timing), minyak pelumas batas kekuatan puntir (torque) memutar baut dan mur sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pabrik pembuat sepeda motor. Setiap merek mengeluarkan spesifikasi sendiri.

 

Petunjuk khusus bagi pekerja sepeda motor

Sabtu, 07 Maret 2020

Penerimaan Peserta Didik Baru SMK Al Fatih Terisi (PPDB Afater) 2020/2021




SMK Al Fatih Terisi Membuka Penerimaan Peserta Didik Baru di tahun ajaran 2020/2021. dengan menawarkan kompetensi keahlian
1. Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP)
2. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)




Masih mengusung statmen "TIDAK ADA LAGI SISWA PUTUS SEKOLAH PASCA SMP/MTs SEDERAJAT" tahun ajaran 2020/2021, kembali membuka Penerimaan Peserta Didik Baru. Terus menyertakan diri dalam mewarnai dunia pendidikan di tingkat menengah khususnya Kejuruan, SMK Al Fatih terisi (Afater) kian bersolek.


Tak hanya dari segi fasilitas namun lebih dari itu mencoba membangun sistem yang perlahan namun pasti mengarah pada tumbuh kembang semua stake holder Afater. Namun Afater juga tetap memegang komitmen dalam hal MINIM PEMBIAYAAN, pada PPDB tahun ini inipun masih membebaskan biaya gedung, DSP bulanan, seragam sekaligus terus menawarkan Beasiswa Prestasi dan tidak mampu.

Dalam hal kemitraan bersama dunia usaha/dunia industri Afater merangkul BJB guna memberikan kompetensinya secara langsung dalam hal UKK, Prakerin juga perekrutan lulusan. BJB sebagai salah satu bank terbesar tak salah bila Kompetensi Keahlian Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP) merasa berbangga . Dengan harapan peningkatan mutu OTKP kian meningkat. 

Sedangkan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) mengacu kemitraan bersama Yamaha. Tentu bukan pabrikan biasa, berharap siwa OTKP mampu menyetandarkan diri sesuai dengan tuntutan yang langsung diinginkan oleh instansi tersebut. Sehingga mampu menjadi lulusan yang bisa bersaing pada pasar kerja.

SMK Al Fatih pun dalam segi manajerial terus melakukan pembenahan personil, baik baik sistem bongkar pasang, perekruitan baru, juga pelatihan dan pemberdayaan personil secara berkelanjutan. Ini tidak lain bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap peserta didik.

Akhirnya, Kami Keluarga Besar SMK Al Fatih Terisi menawarkan diri menjadi pilihan sebagai SMK Swasta di wilayah Terisi dan sekitarnya untuk bersama-sama mempersiapkan anak didik meraih masa depan yang gemilang.